Yakin Dia Cinta Kamu?Atau Sekedar Nafsu?
Yakin Dia Cinta Kamu?Atau Sekedar Nafsu? - Saat sedang mengalami fase jatuh cinta, hal yang paling menyenangkan adalah ketika dia pun memiliki perasaan yang serupa. Tak dapat dipungkiri, untuk membuat cintanya terbalas seseorang akan rela saja melakukan apapun.
Namun, apakah kamu akan rela saja melakukan apapun ketika dia hanya memiliki nafsu? Perbedaan antara nafsu dan cinta sangat jelas, namun hal tersebut terkadang kasat mata. Disadur dari website Judith Orloff, M.D yang merupakan seorang pskiater, ia mengatakan jika nafsu hanyalah ketertarikan seseorang akan fisik yang kamu miliki saja.
Wajar saja bila rasa cintamu terkadang bisa membuat mata buta. Misalnya, saat bersamamu ia hanya peduli akan penampilanmu saja. Tidak ada sama sekali hasrat untuk berbicara tentang keluarga atau kehidupanmu yang lainnya. Tak hanya sampai sana, ketika sedang bercinta pun, ia akan langsung pergi setelahnya tanpa ingin bermanja-manja terlebih dahulu denganmu.
Perasaanmu mengatakan bahwa kamu harus berhati-hati dengan pasanganmu. Rasa tak nyaman setelah berdua dengannya pun kerap menghantui. Namun, jika di saat yang sama kamu merasa takut untuk mengutarakan rasa yang ada di hati dan pikiranmu. Karena di satu sisi kamu tak ingin kehilangan dia.
Di sisi lain, jika ia benar-benar cinta, kamu bukan hanya menjadi kekasih hatinya, namun juga sahabat. Ia akan bersedia menceritakan kesulitan dan masalah yang sedang dihadapi. Kamu pun akan menerima waktu yang ia persembahkan. Kalian tak hanya mesra dalam kontak fisik, namun mengenai pembicaraan mengenai masa depan rumah tangga kalian.
Namun, apakah kamu akan rela saja melakukan apapun ketika dia hanya memiliki nafsu? Perbedaan antara nafsu dan cinta sangat jelas, namun hal tersebut terkadang kasat mata. Disadur dari website Judith Orloff, M.D yang merupakan seorang pskiater, ia mengatakan jika nafsu hanyalah ketertarikan seseorang akan fisik yang kamu miliki saja.
Wajar saja bila rasa cintamu terkadang bisa membuat mata buta. Misalnya, saat bersamamu ia hanya peduli akan penampilanmu saja. Tidak ada sama sekali hasrat untuk berbicara tentang keluarga atau kehidupanmu yang lainnya. Tak hanya sampai sana, ketika sedang bercinta pun, ia akan langsung pergi setelahnya tanpa ingin bermanja-manja terlebih dahulu denganmu.
Perasaanmu mengatakan bahwa kamu harus berhati-hati dengan pasanganmu. Rasa tak nyaman setelah berdua dengannya pun kerap menghantui. Namun, jika di saat yang sama kamu merasa takut untuk mengutarakan rasa yang ada di hati dan pikiranmu. Karena di satu sisi kamu tak ingin kehilangan dia.
Di sisi lain, jika ia benar-benar cinta, kamu bukan hanya menjadi kekasih hatinya, namun juga sahabat. Ia akan bersedia menceritakan kesulitan dan masalah yang sedang dihadapi. Kamu pun akan menerima waktu yang ia persembahkan. Kalian tak hanya mesra dalam kontak fisik, namun mengenai pembicaraan mengenai masa depan rumah tangga kalian.

Komentar
Posting Komentar